Sel Prokariotik & Eukariotik: Perbedaan & Persamaan
Dalam biologi sel, seluruh kehidupan seluler di Bumi secara umum dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Pembeda paling mendasar di antara keduanya adalah ada atau tidaknya nukleus sejati, yaitu kompartemen bermembran yang membungkus materi genetik. Pada sel eukariotik, DNA tersimpan di dalam nukleus yang dibatasi membran inti. Pada sel prokariotik, DNA tidak dipisahkan oleh membran inti dan berada di wilayah yang disebut nukleoid.
Table Of Content
- Klasifikasi Dasar: Di Mana Sel Prokariotik dan Eukariotik Ditempatkan?
- Perbedaan Utama antara Sel Prokariotik dan Eukariotik
- 1. Nukleus dan Organisasi Materi Genetik
- 2. Ribosom dan Sintesis Protein
- 3. Sistem Endomembran dan Organel
- 4. Dinding Sel dan Komposisinya
- 5. Ekspresi Gen dan Pemrosesan RNA
- 6. Pembelahan Sel dan Pewarisan Genetik
- Persamaan Sel Prokariotik dan Eukariotik
- Tabel Ringkas Perbandingan Prokariotik dan Eukariotik
- Mengapa Perbedaan Ini Penting?
- Daftar Pustaka
- Terkait
Namun, perbedaan prokariotik dan eukariotik tidak berhenti pada keberadaan karioteka. Keduanya juga berbeda dalam organisasi kromosom, ukuran ribosom, keberadaan organel bermembran, struktur dinding sel, pemisahan transkripsi dan translasi, serta pola pembelahan sel. Dari sudut pandang klasifikasi, perbedaan ini membantu membedakan tiga domain kehidupan, yaitu Bacteria, Archaea, dan Eukaryota. Dari sudut pandang identifikasi dan farmakologi, perbedaan tersebut juga menjelaskan mengapa beberapa struktur sel menjadi target penting antibiotik dan mengapa beberapa kelompok organisme tidak terpengaruh oleh obat yang sama.
Klasifikasi Dasar: Di Mana Sel Prokariotik dan Eukariotik Ditempatkan?
Secara modern, kehidupan seluler dikelompokkan ke dalam tiga domain besar:
- Bacteria: prokariota sejati dengan dinding sel yang pada umumnya mengandung peptidoglikan.
- Archaea: prokariota yang juga tidak memiliki nukleus, tetapi berbeda dari bakteri pada tingkat biokimia membran, dinding sel, dan beberapa aspek pemrosesan genetik.
- Eukaryota: kelompok yang mencakup hewan, tumbuhan, fungi, dan protista, semuanya memiliki nukleus sejati dan sistem organel bermembran.
Dengan demikian, istilah “prokariotik” tidak identik hanya dengan bakteri, karena Archaea juga termasuk prokariota. Sebaliknya, “eukariotik” mencakup kelompok yang sangat luas, mulai dari sel hewan hingga sel tumbuhan dan jamur.
| Kelompok | Tipe Sel | Nukleus Sejati | Organel Bermembran | Contoh |
|---|---|---|---|---|
| Bacteria | Prokariotik | Tidak ada | Tidak ada | Escherichia coli, Bacillus subtilis |
| Archaea | Prokariotik | Tidak ada | Tidak ada | Halobacterium, metanogen |
| Eukaryota | Eukariotik | Ada | Ada | Hewan, tumbuhan, fungi, protista |
Perbedaan Utama antara Sel Prokariotik dan Eukariotik
Untuk memahami kedua tipe sel ini dengan tepat, pembahasan paling berguna adalah membandingkannya fitur demi fitur, lalu menjelaskan mengapa perbedaan itu penting.
1. Nukleus dan Organisasi Materi Genetik
Sel eukariotik memiliki nukleus sejati yang dibatasi oleh membran inti ganda. DNA di dalamnya tersusun dalam kromosom linear dan berasosiasi erat dengan protein histon. Organisasi ini memungkinkan pengaturan ekspresi gen yang sangat kompleks, pemrosesan RNA yang luas, serta pemisahan yang jelas antara transkripsi di nukleus dan translasi di sitoplasma.
Sebaliknya, sel prokariotik tidak memiliki membran inti. DNA utama berada di daerah nukleoid dan umumnya berbentuk sirkuler. Pada banyak bakteri, kromosom dipadatkan oleh supercoiling dan berbagai protein pengemas DNA, bukan oleh sistem histon eukariotik klasik. Namun, pernyataan ini tidak boleh dibuat terlalu absolut, karena beberapa Archaea memang memiliki protein mirip histon yang berperan dalam organisasi kromatin prokariotik mereka.
Dari sudut pandang identifikasi dan biologi molekuler, perbedaan ini penting karena menjelaskan mengapa transkripsi dan translasi dapat berlangsung hampir bersamaan pada banyak prokariota, sedangkan pada eukariota kedua proses itu terpisah secara spasial.

2. Ribosom dan Sintesis Protein
Baik sel prokariotik maupun eukariotik sama-sama memiliki ribosom, sehingga keduanya sama-sama mampu melakukan sintesis protein. Namun, ukuran dan komposisi ribosomnya berbeda.
Pada prokariota, ribosom sitoplasmik umumnya berukuran 70S, tersusun atas subunit 50S dan 30S. Pada eukariota, ribosom sitoplasmik umumnya berukuran 80S, tersusun atas subunit 60S dan 40S. Perbedaan ini penting secara farmakologis karena banyak antibiotik bekerja dengan menargetkan ribosom bakteri tanpa menargetkan ribosom sitoplasmik eukariotik secara sama.
Pada sel prokariotik, ribosom tersebar di sitoplasma. Pada sel eukariotik, ribosom dapat berada bebas di sitosol atau melekat pada retikulum endoplasma kasar. Lokasi ini berhubungan langsung dengan fungsi sintesis protein sitosolik versus protein sekretori atau protein membran.

3. Sistem Endomembran dan Organel
Sel eukariotik memiliki sistem endomembran yang kompleks, mencakup retikulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, vakuola, dan berbagai vesikel. Selain itu, banyak sel eukariotik juga memiliki organel penghasil energi seperti mitokondria, dan pada tumbuhan serta alga tertentu terdapat plastida seperti kloroplas.
Sel prokariotik tidak memiliki organel bermembran seperti ini. Akan tetapi, bukan berarti prokariota tidak memiliki organisasi internal sama sekali. Banyak bakteri dan Archaea menunjukkan pengaturan spasial protein, pembelahan, replikasi DNA, dan metabolisme yang jauh lebih terorganisasi daripada gambaran lama yang menyebut prokariota sebagai “kantong sitoplasma sederhana”.
Dari sudut pandang identifikasi sel, keberadaan organel bermembran merupakan salah satu penanda utama eukariota. Dari sudut pandang evolusi, ini juga mencerminkan tingkat kompartementalisasi yang lebih tinggi pada sel eukariotik.
4. Dinding Sel dan Komposisinya
Dinding sel adalah salah satu fitur yang paling berguna untuk membandingkan berbagai kelompok sel, tetapi komposisinya sangat bergantung pada klasifikasi organisme.
- Bacteria: dinding sel umumnya mengandung peptidoglikan.
- Archaea: tidak memiliki peptidoglikan; dinding selnya dapat tersusun dari pseudomurein, polisakarida, protein, atau glikoprotein.
- Tumbuhan: dinding sel terutama mengandung selulosa, hemiselulosa, dan pektin.
- Fungi: dinding sel terutama tersusun dari β-glukan, kitin, dan mannoprotein.
- Hewan: tidak memiliki dinding sel.
Perbedaan ini penting untuk identifikasi dan farmakologi. Misalnya, bakteri dengan peptidoglikan dapat dikenali melalui pewarnaan Gram, sementara fungi tidak diklasifikasikan dengan logika Gram yang sama meskipun beberapa ragi dapat tampak Gram-positif secara visual. Selain itu, antibiotik β-laktam menargetkan sintesis peptidoglikan bakteri dan tidak efektif terhadap fungi, tumbuhan, atau hewan.
| No. | Kelompok | Komponen Dinding Sel | Implikasi Identifikasi / Farmakologi |
|---|---|---|---|
| 1 | Bacteria | Peptidoglikan | Menjadi dasar Gram stain dan target β-laktam |
| 2 | Archaea | Pseudomurein, polisakarida, protein, atau glikoprotein | Tidak mengikuti logika peptidoglikan bakteri |
| 3 | Mycoplasma dan bakteri tanpa dinding sel | Tidak ada dinding sel; membran diperkuat sterol | Tidak sensitif terhadap β-laktam |
| 4 | Tumbuhan | Selulosa, hemiselulosa, pektin | Bukan target antibiotik bakteri |
| 5 | Alga tertentu | Bervariasi; sering polisakarida seperti selulosa atau komponen khas lain | Komposisi sangat beragam antar kelompok |
| 6 | Fungi | β-glukan, kitin, mannoprotein | Target antijamur tertentu, bukan β-laktam |
5. Ekspresi Gen dan Pemrosesan RNA
Pada prokariota, transkripsi dan translasi sering berlangsung hampir bersamaan karena tidak ada membran inti yang memisahkan DNA dari ribosom sitoplasmik. Banyak gen juga diorganisasi dalam operon, sehingga satu transkrip mRNA dapat membawa informasi untuk beberapa protein sekaligus.
Pada eukariota, transkripsi berlangsung di nukleus, sedangkan translasi berlangsung di sitoplasma. mRNA eukariotik juga mengalami pemrosesan ekstensif, termasuk penambahan 5’ cap, poliadenilasi, dan splicing. Intron sangat umum pada gen eukariotik, sedangkan pada bakteri umumnya tidak dominan. Lagi-lagi, ini bukan absolut untuk semua prokariota, tetapi merupakan perbedaan besar yang sangat berguna sebagai prinsip umum.
6. Pembelahan Sel dan Pewarisan Genetik
Sel prokariotik umumnya bereproduksi dengan pembelahan biner. Proses ini lebih sederhana daripada mitosis eukariotik karena tidak memerlukan pemisahan kromosom linear di dalam nukleus. Sel eukariotik membelah melalui mitosis, dan pada organisme seksual juga melalui meiosis untuk membentuk sel gamet.
Dari sudut pandang biologis, perbedaan ini mencerminkan perbedaan tingkat organisasi kromosom dan mekanisme pewarisan genetik. Dari sudut pandang identifikasi, proses ini tidak selalu langsung terlihat dalam diagnostik rutin, tetapi tetap penting dalam memahami dinamika pertumbuhan dan variasi genetik antar kelompok organisme.
Persamaan Sel Prokariotik dan Eukariotik
Meskipun berbeda secara besar, sel prokariotik dan eukariotik tetap memiliki beberapa ciri mendasar yang sama karena keduanya adalah unit dasar kehidupan:
- Sama-sama memiliki membran plasma sebagai pembatas dengan lingkungan luar.
- Sama-sama memiliki DNA sebagai materi genetik utama.
- Sama-sama memiliki ribosom untuk sintesis protein.
- Sama-sama memiliki sitoplasma atau sitosol sebagai medium reaksi biokimia.
- Sama-sama menjalankan metabolisme dasar untuk mempertahankan kehidupan.
Tabel Ringkas Perbandingan Prokariotik dan Eukariotik
| Fitur | Sel Prokariotik | Sel Eukariotik | Catatan Penting |
|---|---|---|---|
| Ukuran umum | Biasanya 1–5 µm | Biasanya 10–100 µm | Terdapat pengecualian pada kedua kelompok |
| Nukleus | Tidak ada nukleus sejati | Ada nukleus sejati | Pembeda paling mendasar |
| DNA utama | Umumnya sirkuler | Umumnya linear | Tidak absolut untuk semua spesies |
| Pengemasan DNA | Supercoiling + protein pengikat DNA | Histon + kromatin | Beberapa Archaea punya protein mirip histon |
| Ribosom sitoplasmik | 70S | 80S | Penting untuk selektivitas antibiotik |
| Organel bermembran | Tidak ada | Ada | Pembeda utama kompartementalisasi |
| Dinding sel | Sering ada | Tergantung kelompok | Hewan tidak punya dinding sel |
| Ekspresi gen | Transkripsi-translasi sering beriringan | Transkripsi dan translasi terpisah | Terkait keberadaan nukleus |
| Pembelahan | Pembelahan biner | Mitosis / meiosis | Terkait organisasi kromosom |
| Signifikansi identifikasi | Sangat penting dalam mikrobiologi | Sangat penting dalam histologi dan biologi sel | Konsep penggunaannya berbeda |
Mengapa Perbedaan Ini Penting?
Perbedaan prokariotik dan eukariotik bukan hanya topik klasifikasi, tetapi juga dasar untuk memahami bagaimana sel bekerja, bagaimana organisme diidentifikasi, dan bagaimana obat dirancang. Perbedaan ribosom membantu menjelaskan selektivitas beberapa antibiotik. Perbedaan dinding sel menjelaskan mengapa β-laktam efektif pada banyak bakteri tetapi tidak pada fungi atau hewan. Perbedaan kompartementalisasi menjelaskan mengapa regulasi gen eukariotik jauh lebih kompleks.
Dengan kata lain, memahami perbedaan ini membantu kita membaca logika dasar kehidupan seluler, mulai dari mikrobiologi, farmakologi, hingga biologi evolusi.
1. Sama-sama memiliki materi genetik penentu sifat dan fungsi sel
2. Sama-sama memiliki membran sel yang memisahkan sel dengan lingkungan ekstrasel
3. Sama-sama memiliki sitoplasma/sitosol yang terdiri dari air, mineral, dan biomolekul
4. Sama-sama memiliki ribosom yang berfungsi sebagai pabrik protein
sel eukariotik dan prokariotik dibedakan berdasarkan ada tidaknya membran inti. DNA sel prokariotik ‘berbentuk’ sirkuler yang dipacking supercoiling, sedangkan DNA eukariotik adalah benang linear yang dililit pada protein histon, dan di-packing menjadi kromosom.
Gen prokariotik menghasilkan mRNA polisistronik sedangkan eukariotik monosistronik (one gene, one protein). Selain itu, sel prokariotik juga berukuran lebih kecil, tidak memiliki sistem endomembran, dan tidak memiliki fase pembelahan meiosis.
Daftar Pustaka
- Alberts, B., Johnson, A., Lewis, J., Raff, M., Roberts, K., & Walter, P. (2015). Molecular Biology of the Cell (6th ed.). Garland Science.
- Madigan, M. T., Bender, K. S., Buckley, D. H., Sattley, W. M., & Stahl, D. A. (2018). Brock Biology of Microorganisms (15th ed.). Pearson.
- Urry, L. A., Cain, M. L., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V., & Orr, R. B. (2020). Campbell Biology (12th ed.). Pearson.
- Silhavy, T. J., Kahne, D., & Walker, S. (2010). The bacterial cell envelope. Cold Spring Harbor Perspectives in Biology, 2(5), a000414.
- Koch, A. L. (2003). Bacterial wall as target for attack: past, present, and future research. Clinical Microbiology Reviews, 16(4), 673–687.
- Free, S. J. (2013). Fungal cell wall organization and biosynthesis. Advances in Genetics, 81, 33–82.
- Bowman, S. M., & Free, S. J. (2006). The structure and synthesis of the fungal cell wall. BioEssays, 28(8), 799–808.
- Shen, Y., & Siliakus, M. F. (2021). Archaeal cell envelopes. FEMS Microbes, 2, xtab012.